Jantung Komputasi Spasial Pertama di Dunia Diperkenalkan

LONDON – Model komputer jantung spasial pertama di dunia telah diperkenalkan untuk mendiagnosis dan mengobati serangan jantung pada wanita dengan lebih akurat.

Sebuah tim peneliti dari Universitas Stanford telah mengembangkan model komputer spasial jantung pertama di dunia yang dapat mensimulasikan aliran darah ke seluruh organ.

Model ini dapat membantu dokter lebih memahami dan mendiagnosis serangan jantung pada wanita, yang seringkali memiliki gejala berbeda dibandingkan pria.

Seperti dilansir IFL Science, Senin (2/12/2024), serangan jantung terjadi ketika aliran darah ke jantung terhambat. Hal ini bisa disebabkan oleh adanya penyumbatan pada arteri koroner yang memasok darah ke jantung.

Gejala serangan jantung pada pria biasanya berupa nyeri dada, sesak napas, dan mual. Namun wanita seringkali mengalami gejala yang tidak spesifik, seperti kelelahan, nyeri punggung dan rahang.

Model komputer spasial jantung yang baru ini dapat membantu dokter lebih memahami bagaimana aliran darah terbatas pada wanita selama serangan jantung.

Hal ini dapat membantu mereka mendiagnosis dan mengobati serangan jantung pada wanita dengan lebih akurat.

Model ini juga dapat digunakan untuk mengembangkan obat dan terapi baru untuk serangan jantung. Para peneliti berharap model ini dapat membantu meningkatkan kelangsungan hidup wanita yang mengalami serangan jantung.

Piramida Menkaure Bakal Direnovasi, Ini Alasannya

KAIRO – Mesir mengumumkan akan memulai proyek perbaikan Piramida Menkaure, salah satu dari tiga piramida besar di Giza. Proyek ini bertujuan untuk mengembalikan piramida ke keadaan semula, yang telah hilang seiring berjalannya waktu

Proyek ini menimbulkan kontroversi di kalangan para ahli. Beberapa ahli berpendapat bahwa perbaikan tidak diperlukan dan dapat merusak struktur asli piramida. Menurut mereka, piramida tersebut bertahan selama lebih dari 4.500 tahun tanpa perbaikan.

Pakar lain berpendapat bahwa renovasi penting untuk melindungi piramida dan membuatnya lebih tahan lama. Mereka mengatakan lempengan granit asli piramida itu rusak dan perlu diganti.

Pemerintah Mesir membela proyek tersebut dengan mengatakan bahwa renovasi akan dilakukan dengan hati-hati dan menggunakan teknologi terkini, teknologi modern.

Mereka juga mengatakan bahwa proyek ini akan membantu melindungi piramida dan menarik wisatawan.

Perbaikan penting untuk melindungi piramida dan membuatnya tahan lama. Lempengan granit asli piramida rusak dan harus diganti.

Renovasi ini akan membantu melindungi piramida dan membuatnya lebih menarik bagi wisatawan.

Pada akhirnya, keputusan untuk memperbaiki atau menghancurkan piramida harus diambil oleh pemerintah Mesir.

Namun kontroversi ini menyoroti pentingnya diskusi terbuka mengenai upaya konservasi di situs bersejarah.

Daftar Harta Karun yang Terbukti Mengandung Logam Mulia dari Luar Bumi

LONDON – Para ilmuwan telah melaporkan banyak penemuan harta karun kuno, termasuk benda-benda yang terbuat dari logam langka.

Menurut Unilad, Kamis (8/2/2024), Harta Karun Vilena yang ditemukan di Spanyol pada tahun 1960-an itu terdiri dari 59 benda emas, antara lain gelang, cangkir, dan kalung, berasal dari Zaman Perunggu.

Analisis menunjukkan bahwa beberapa unsur mengandung iridium, platinum, dan logam lain yang tidak ditemukan secara alami di Bumi.

Pedang Tutankhamun yang ditemukan di makam Firaun Tutankhamun di Mesir pada tahun 1922 terbuat dari meteorit. Analisis menunjukkan bahwa logam tersebut berasal dari meteorit yang jatuh di Afrika Timur 3.000 tahun lalu.

Artefak dari Mesopotamia Kuno Para arkeolog telah menemukan banyak artefak yang terbuat dari logam tanah seperti nikel dan kobalt dari penggalian Mesopotamia kuno. Fakta-fakta ini menunjukkan bahwa masyarakat Mesopotamia kuno mungkin pernah berdagang dengan peradaban lain yang menemukan logam.

Temuan ini menunjukkan bahwa logam eksotik telah digunakan manusia sejak zaman dahulu. Kemungkinan besar logam tersebut ditemukan pada meteorit yang jatuh ke Bumi.

Penemuan menunjukkan bahwa pada zaman dahulu orang mengembangkan metalurgi dan membudidayakan logam kuat buatan luar negeri.

Penggunaan logam asing juga menandakan perdagangan antar budaya yang berbeda pada zaman dahulu.

Penggunaan logam asing menunjukkan bahwa manusia purba mungkin memiliki teknologi yang lebih maju dari yang kita kira.

Temuan ini digunakan oleh para ilmuwan untuk memahami lebih banyak tentang sejarah manusia dan teknologi kuno.

Penyakit Kelamin Sifilis Sudah Ada di Amerika Sejak 2.000 Tahun Lalu

LIMA – Sebuah penelitian yang diterbitkan pada Januari 2024 di jurnal Nature menemukan bahwa penyakit menular seksual sifilis sudah ada di Amerika Selatan setidaknya 2.000 tahun yang lalu.

Baca Juga – Penyakit Kronis Diktator, Hitler Parkinson Mussolini Sifilis

Penelitian tersebut dilakukan oleh para peneliti di Universitas Zurich, Swiss, yang menganalisis genom bakteri Treponema pallidum penyebab sifilis, dari sisa-sisa manusia prasejarah yang ditemukan di gua Lapa do Santo di Brasil.

Genom T. pallidum dari sisa-sisa manusia prasejarah ini dianalisis menggunakan teknik DNA purba.

Hasil analisis menunjukkan bahwa strain T. pallidum yang ditemukan di gua Lapa do Santo sangat mirip dengan strain T. pallidum penyebab sifilis di Amerika Selatan saat ini.

Hal ini menunjukkan bahwa sifilis telah ada di Amerika Selatan selama ribuan tahun dan secara bertahap berkembang seiring berjalannya waktu.

Penemuan ini memberikan wawasan baru tentang sejarah sifilis. Sebelumnya, para ilmuwan percaya bahwa penyakit sipilis berasal dari Eropa dan dibawa ke Amerika oleh penjajah Spanyol dan Portugis pada abad ke-16. Namun penemuan ini menunjukkan bahwa sifilis sudah ada di Amerika Selatan jauh sebelum orang Eropa tiba.

Penemuan ini juga mempunyai implikasi penting untuk memahami prevalensi sifilis. Hal ini menunjukkan bahwa sifilis bisa saja menyebar secara alami di Amerika Selatan tanpa memerlukan kontak dengan orang Eropa.

Hal ini dapat membantu para ilmuwan mengembangkan strategi yang lebih efektif untuk mencegah penyebaran sifilis.

Berikut adalah beberapa kesimpulan penting dari penelitian ini: