Praktisi Kesehatan Nilai Pemerintah Harus Mengatur Akses Vape

Mahavision, JAKARTA – Organisasi Kesehatan Dunia telah mengimbau negara-negara tertentu di dunia untuk mengurangi distribusi rokok elektrik.

Pasalnya vaping sering digunakan oleh remaja dan anak-anak.

BACA: Charles Honoris mendesak pemerintah untuk segera menanggapi tekanan WHO terhadap pilihan vape beraroma

Teknisi kesehatan Dr. Tri Budi Bhaskara percaya bahwa pencegahan paling baik dilakukan pada tingkat penjualan atau pemasaran.

Menurutnya, aturan terhadap penjual harus diperketat agar penggunaan low vape bisa lebih terkontrol.

BACA JUGA: N BNN P Bali lakukan langkah ini antisipasi peredaran obat cair melalui Lwambu Vape

“Karena penerapannya lebih mudah dibandingkan menutup pasangan,” ujar Dr. Seperti dikutip Tri Budi, Senin (5/2).

Seorang praktisi kesehatan dari Bali juga tertarik untuk menghilangkan produk tembakau untuk anak-anak dan remaja. Ia mengatakan permasalahan rokok belum terselesaikan di lapangan sehingga perlu adanya upaya yang kuat dan komprehensif, tidak hanya pada rokok elektrik.

Beberapa peneliti, advokat dan pemerintah melihat rokok elektrik sebagai alternatif yang berisiko rendah dibandingkan rokok konvensional.

Public Health England melakukan penelitian setiap tahun dan mengatakan bahwa rokok elektrik secara signifikan kurang berbahaya dibandingkan rokok tradisional.

Larangan Vape

Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak baru-baru ini mengusulkan larangan distribusi vape sekali pakai. Sunak berpendapat, vape sekali pakai mendorong remaja dan anak-anak untuk menggunakan vape. Di sisi lain, Sunak sepakat bahwa rokok elektrik membantu perokok lanjut usia untuk berhenti merokok, sehingga akses mereka terhadap rokok elektrik harus tetap dipertahankan.

Ketua UKVIA (UK Vape Industry Association) John Dunn mengatakan gagasan pelarangan vape sekali pakai bukanlah ide yang baik untuk semua pihak.

“Vape, untuk sekali atau beberapa kali penggunaan, adalah produk dengan batasan usia, seperti cat berbahan dasar alkohol atau aerosol, dan tidak boleh dipasarkan kepada anak-anak. “Ini bukan masalah produksi, ini masalah akses,” kata John Dunn seperti dikutip Ukvia.co.uk.

Vape sekali pakai dianggap lebih mudah bagi perokok lanjut usia yang ingin berhenti dan melanjutkan hidup. Daripada melarangnya, Dunn menyarankan untuk memperkuat undang-undang yang melarang penjualan anak kepada pedagang asongan atau penjaja. (mcr10/jpnn)