Tega! Kekasih Tamara Tyasmara 12 Kali Tenggelamkan Dante di Kolam Renang

Jakarta –

Polisi terus mendalami kekasih Tamara Tjasmara, Ya.A, yang juga menjadi tersangka kematian Dante. Polisi menemukan fakta baru dan nampaknya Y.A. Dantes tenggelam di kolam sebanyak 12 kali.

Polisi menyebut Dantes tenggelam sebanyak 12 kali. Sebelumnya, polisi melakukan pemeriksaan forensik digital di kolam tersebut dengan bantuan kamera pengintai yang berlangsung selama lebih dari 2 jam.

Dirkrimmum Polda Metro Jaya Kombes Weera Satya Triputra mengatakan, Jumat (9/2/2024), “Dalam rekaman tersebut terlihat kepala korban kurang lebih ditimbun. Sekitar 12 kali.” .

Namun, Ya.A. Detail tenggelamnya Dante akan dijelaskan lengkap setelah penyelidikan polisi. Polisi juga bekerja sama dengan Puslabfor untuk mengusut kasus tersebut.

“Kemudian kami akan bekerja sama dengan tim ahli digital Puslafor,” ujarnya.

Belakangan, Kompol Veera Satya mengatakan, rekaman CCTV tersebut dinyatakan asli tanpa ada unsur editing. Sebelumnya, pada tanggal 8 Februari 2024, Yu.A. Sebelum ditetapkan sebagai tersangka, petugas polisi melakukan penyelidikan terhadap kasus ini.

“Dalam rekaman itu tidak ada unsur yang dinyatakan asli atau disunting. Oleh karena itu, hasil kemarin, 8 Februari 2024, beserta judul perkara dan inisial perkaranya, menjadi bukti bahwa penyidik ​​sepakat membentuk tim penyidik. YA,” dia menjelaskan.

Sejauh ini, menurut polisi, terlepas apakah Ya.A sudah ditangkap atau belum, yang bersangkutan masih diperiksa.

“Cek dulu. Kalau penangkapan pasti kita ikuti aturannya. Kalau harus penangkapan pasti kita tangkap,” ucapnya.

Simak Video “Tamara Tjasmara Polda Minta Metro Jaya Selidiki Kematian Dante”:

(fbr/vagina)

Polisi Masih Dalami Motif YA Tenggelamkan Anak Tamara Tyasmara

Jakarta –

Kekasih Tamara Tyasmara, YA, ditangkap sebagai tersangka usai Dante tenggelam.

Hingga saat ini belum diketahui alasan YA tega menenggelamkan Dante.

Terkait hal tersebut, kami di tim penyidik ​​masih mendalami dan masih menunggu hasil tim Apsifor, kata Direktur Reserse Kriminal Polda Metro Jaya Kompol Wira Satya Triputra, Senin (12/2). /2024).

Apsifor (Asosiasi Psikologi Forensik Indonesia) masih mencari faktor lain untuk menguji sisi psikologis YA.

“Masih kita selidiki, masih kita lihat apa yang dikatakan dan apa yang tidak, kita masih berusaha memahami lebih dalam, pemeriksaan masih terus berjalan,” kata dokter Nathanael.

Selain itu, Dr. Natanael menjelaskan, timnya melakukan tes psikologi terhadap YA. Berdasarkan hasil, sejauh ini belum ada indikasi YES menderita gangguan jiwa.

“Selama pemeriksaan, tersangka sangat kooperatif dan tidak menunjukkan tanda-tanda penyakit jiwa,” kata dokter Nathanael.

Dr. Natanael juga menjelaskan, hingga saat ini YA dinilai bisa menjalankan tugasnya.

Oleh karena itu, terdakwa tidak dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya, tutupnya. (ah/wes)