Viral Es Kopi Susu Diberi Topping Cabai Rawit, Tertarik Mencoba?

Mahavision, Jakarta Mengonsumsi makanan pedas memang menjadi tren dalam beberapa tahun terakhir. Faktanya, banyak orang yang menerima tantangan makan makanan pedas tanpa minum di media sosial. Mulai dari mie instan pedas, seblak pedas, bakso mercon hingga kentang goreng pedas.

Namun, bagaimana jika minuman yang diminum juga terasa pedas? Tentu saja hal ini mungkin tidak akan pernah ada. Namun, seperti diberitakan Mahavision Odditi Central, Selasa (13/2/2024), kafe ini menyajikan minuman pedas.

Kafe di Ganzhou, Provinsi Jiangxi ini terkenal menawarkan menu yang tidak biasa. Kafe ini menawarkan es kopi dengan susu yang dicampur bubuk cabai. Tak hanya itu, es lattenya juga memiliki topping berupa keripik cabai rawit.

Diketahui pula minuman ini sedang viral dan trending di masyarakat khususnya di kalangan anak muda. Faktanya, banyak orang di internet yang menanyakan minuman ini karena penasaran.

Memesan es latte di kedai kopi tentu merupakan hal yang lumrah. Bahkan, tak sedikit pelanggan yang memesan es latte sesuai selera. Dimulai dengan sedikit es, mengganti jenis susu hingga menambahkan espresso ke dalam pesanan.

Namun, diketahui salah satu kedai kopi bernama Jingshi Coffee memutuskan untuk memperkenalkan menu es latte yang unik. Diluncurkan pada Desember 2023, Jingshi Coffee merilis Spicy Ice Latte. Tentu saja peluncuran menu ini bukan tanpa alasan. Pasalnya, kafe tersebut meluncurkan Spicy Ice Latte sebagai penghormatan terhadap hidangan pedas terkenal di Provinsi Jianqi.

Meski hanya sekedar iseng dan pengakuan, minuman tersebut justru laris manis dan viral. Bahkan, setiap harinya kafe tersebut menjual 300 cup menu tersebut dalam sehari. Harganya sendiri 20 yuan atau sekitar Rp 44 ribu.

Tentu saja es latte cabai rawit dan bubuk cabai menjadi sesuatu yang unik. Sebelumnya proses pembuatan es kopi di kafe ini sama seperti di kafe lainnya. Namun sebelum dituangkan ke dalam gelas plastik, terlebih dahulu ditambahkan cabai kering dan bubuk cabai. Bahkan, sebelum dihidangkan, sudah ada sambal keripik sebagai penghabis es latte ini.

Meski terkesan aneh, ternyata banyak netizen yang mengklaim rasa es latte ini cukup nikmat. Bahkan, banyak orang yang mengatakan rasa pahitnya masih bisa ditoleransi. Namun ada juga yang mengaku tidak berani karena takut sakit perut.

“Menurutku itu tidak terlalu pedas.” Sebaliknya, rasanya enak. Kafe ini tidak seaneh yang dikira orang,” ujar akun Douiin atau TikTok versi China.

“Ini kreatif, tapi aku tidak berani mencobanya karena takut perutku sakit,” sahut pengguna lainnya.

Peneliti China Pasang Chip di Otak, Sebut Lebih ‘Aman’ dari Neuralink Elon Musk

Jakarta –

Peneliti Tiongkok telah mengembangkan implan otak untuk membantu pasien stroke. Mereka juga melakukan uji coba pada manusia untuk berhasil.

Universitas Tsinghua di Beijing mengumumkan bahwa perangkat implan otak milik tim peneliti telah meningkatkan pemulihan pasien manusia yang menerima implan secara signifikan, demikian yang dilaporkan SCMP pada 24 Oktober 2023.

Pasien tersebut merupakan bagian dari uji klinis pada manusia yang sedang berlangsung dan telah terdaftar di dalam negeri dan internasional. Chip otak tersebut harus menjalani studi lebih lanjut sebelum dapat disetujui untuk penggunaan klinis.

Sebuah chip otak yang dikembangkan oleh para peneliti di Tiongkok, Neural Electrical Opportunity (NEO), telah mampu memulihkan pergerakan motorik pasien lumpuh di bawah bimbingan otak mereka. Antarmuka otak-komputer (BCI) ini menciptakan hubungan langsung antara aktivitas listrik di dalam otak dan perangkat eksternal seperti komputer.

Implan tersebut diharapkan dapat membantu pasien yang mengalami cedera tulang belakang bahkan penyakit seperti epilepsi dan amyotrophic lateral sclerosis (ALS).

“Implan invasif minimal yang dikembangkan oleh tim Tiongkok berukuran sebesar dua koin dan dirancang untuk dipasang di kepala. Implan tersebut tidak memiliki baterai karena menggunakan daya nirkabel frekuensi tinggi dan jarak pendek. Bergerak. antena, ” siaran pers dari Universitas Tsinghua.

Sistem NEO tidak disuntikkan langsung ke jaringan saraf. Sebaliknya, elektroda ditempatkan di ruang epidural antara otak dan tengkorak. Elektroda menangkap sinyal saraf dan mengirimkannya secara nirkabel ke penerima eksternal yang terpasang di kepala. Sinyal tersebut kemudian dapat diterjemahkan oleh telepon atau komputer.

Menurut universitas tersebut, agar implan BCI dapat berkelanjutan, implan tersebut harus memiliki invasif minimal.

“Dibandingkan dengan BrainGate, NeuralLink, dan BCI implan lainnya, sistem NEO kami memvalidasi pendekatan baru untuk menyeimbangkan efisiensi dan invasif BCI intrakranial,” klaim para peneliti. Tonton video “Elon Musk Memulai Uji Coba Chip Otak Manusia” (kna/kna)