Ini Alasan Jokowi Tiba-tiba Hentikan Sementara Bansos Beras

Mahavision, Jakarta – Pemerintahan Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan menghentikan sementara penyaluran bantuan sosial atau bantuan pangan berupa beras 10 kilogram. Masa PHK tersebut berlangsung pada 8 hingga 14 Februari 2024. Informasi tersebut disampaikan Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi.

Menurut Arief, penghentian penyaluran bansos akan dilakukan sebelum hari pemungutan suara pada rangkaian pemilihan umum. Hal ini untuk meminimalisir tanda-tanda politisi bansos. Sebagai informasi, bansos sembako ditujukan kepada 22 juta keluarga penerima manfaat (KPM) di seluruh Indonesia.

Presiden (Jokowi) juga menyampaikan secara terpisah, kalau ini harus ditangguhkan, maka harus ditangguhkan agar tidak ada kontroversi bahwa bantuan pangan ini dipolitisasi, kata Arief dalam keterangan tertulisnya, Rabu, Februari. 7 2024.

Arief juga mengatakan, alasan pemerintah menghentikan sementara bansos beras adalah agar proses pemilu bisa berjalan lancar. Selain itu, masa kampanye pemilu 2024 akan segera berakhir yakni Sabtu 10 Februari dan memasuki masa tenang. Hal ini sesuai dengan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (GEC) nomor 3 tahun 2022.

“Kemudian pada tanggal 11-13 Februari yang merupakan masa tenang pemilu, bantuan pangan beras dihentikan sementara untuk menghormati pemilu dan pemutakhiran data. Sekali lagi, ini karena tidak ada kebijakan bantuan pangan,” dia dikatakan.

Bansos disalurkan usai pemungutan suara

Arief menyadari bantuan pangan sangat dibutuhkan masyarakat. Pemerintah telah mempersiapkan hal ini sejak lama. Oleh karena itu, dia memastikan bantuan pangan akan kembali disalurkan setelah pemungutan suara pada 14 Februari 2024.

“Kita bersama-sama memahami bahwa bantuan pangan ini sangat diperlukan oleh masyarakat dan sudah direncanakan sejak lama. Setelah pemilu, pada 15 Februari mendatang, penyaluran bantuan pangan berupa beras akan kembali dimulai,” kata Arief.

Sekali lagi, bantuan pangan ini tidak hanya diberikan menjelang pemilu. Menurutnya, bantuan pangan yang diberikan pemerintah merupakan wujud kehadiran negara ketika masyarakat membutuhkan.

Adapun waktu penyalurannya, kata Arief, tidak mengikuti agenda politik, melainkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Ia juga mengatakan, bantuan ini sudah ada sejak lama dan hampir tidak ada keluhan dari masyarakat.

“Bantuan pangan ini terkesan masif karena Bapanas ditugaskan di Bulog dan terus dikoordinasikan dengan sangat baik,” ujarnya.

Hingga 6 Februari, realisasi bantuan pangan berupa beras telah mencapai 179.149.760 kilogram. Pemerintah pun berencana terus memberikan bantuan tersebut hingga Juni mendatang.

Arief menjelaskan, bantuan pangan beras sangat efektif mencegah kenaikan harga akibat penurunan produksi beras. Bantuan ini juga sudah direncanakan pemerintah sejak lama karena mempertimbangkan tingginya kebutuhan masyarakat yang berpendapatan rendah.

“Bantuan pangan beras ini sangat efektif mencegah kenaikan harga akibat menurunnya produksi beras,” ujarnya.

Penyaluran bantuan pangan berupa beras oleh Bapanas sesuai amanat UU No. 18 Tahun 2012 tentang Pangan dan Perpres 66 Tahun 2021. Aturan tersebut menetapkan bahwa Badan Pangan Nasional mempunyai salah satu tugas menjaga ketersediaan dan stabilitas pangan.

Program ini merupakan salah satu pemanfaatan cadangan beras pemerintah (CBP) sesuai amanat Perpres 125 Tahun 2022 tentang pengelolaan cadangan pangan pemerintah. Bantuan ini juga telah diberikan sejak awal tahun 2023 dan akan berlanjut pada tahun ini juga. Khusus tahun 2024, penyaluran bansos beras sebanyak 10 kilogram per bulan mulai disalurkan mulai Januari 2024.

Sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI telah menetapkan peserta Pilpres 2024 yakni pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar nomor urut 1, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka nomor urut 2, dan Ganjar Pranowo-Mahfud Md. nomor urut 3. Gibran merupakan putra sulung Presiden Jokowi.

KPU juga menetapkan masa kampanye pada 28 November 2023 hingga 10 Februari 2024, masa tenang pada 11-13 Februari, dan hari pemungutan suara pada 14 Februari 2024.

PUTRI RADEN

Pilihan Redaksi: Terbaru: Jokowi Perintahkan Sri Mulyani Blokir APBN Rp 50T untuk Bansos dan IKN, Bansos Disebut Sudah Disiapkan Sejak Gibran Jadi Cawapres

Berita terpopuler: Berita awal dugaan kasus korupsi Prabowo dalam pembelian jet Mirage, promosi khusus pemilu di Dunkin Donuts di Holland Bakery. Baca selengkapnya

Top 3 Berita Dunia pada Selasa 13 Februari 2024 diawali dengan pemberitaan operasi Israel pembebasan sandera yang menewaskan 74 warga Palestina. Baca selengkapnya

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono akan memilih di TPS 116 Kemang Pratama, Bekasi. Baca selengkapnya

Terlihat bahwa harga beras meningkat untuk sebagian besar bahan pangan dan pemerintah memperkenalkan bantuan sosial sebagai kebijakan pemerintah. Baca selengkapnya

Gala premiere Cinta Tapi Cinta, Ganjar & Atikoh True Love Story pada Selasa 13 Februari 2024 dihadiri menantu Hasto dan Megawati. Baca selengkapnya

TPN Ganjar-Mahfud menilai persetujuan Presiden Jokowi mengenai kenaikan tukin kepada pegawai Bawaslu tidak tepat waktu. Baca selengkapnya

Menteri Keuangan Sri Mulyani juga melakukan pencoblosan di TPS 73 Bintaro, Tangsel. Baca selengkapnya

Soal kejanggalan alat bukti materiil Alma di Mahkamah Konstitusi yang dibahas dalam film Dirty Vote dijawab Boyamin Saiman. Jadi itu jalan instan bagi Gibran untuk menjadi calon wakil presiden. Baca selengkapnya

Kapal aspirasi produksi (KIP) Arsari II milik perusahaan keponakan Prabowo Subianto tenggelam diduga akibat cuaca buruk. Baca selengkapnya

Sandiaga mengatakan Ganjar merupakan sosok yang pendekatan pemerintahannya paling mirip dengan Jokowi. Baca selengkapnya

KPPU Temukan Kelangkaan Beras dan Gula

Mahavision, Jakarta – Komisi Pengawas Persaingan Usaha atau KPPU mendeteksi adanya kenaikan harga sejumlah produk kebutuhan pokok seperti gula pasir, beras, dan cabai merah keriting. Hal itu diungkapkan Presiden KPPU M. Fanshurullah Asa saat sidak di Pasar Tradisional Cihapit Bandung dan Griya Pahlawan Bandung pada Minggu, 11 Februari 2024.

Fanshurullah mengatakan, peninjauan ini dilakukan untuk mengantisipasi permainan harga dan kendala pasokan yang dilakukan pelaku usaha tertentu, serta stabilitas komoditas di Jabar menjelang bulan Ramadhan.

“Sejak akhir tahun lalu, beberapa bahan pangan terus mengalami kenaikan harga dan berada di atas HET yang ditetapkan pemerintah,” kata Fanshurullah dalam keterangan resmi yang dikutip Minggu, 11 Februari 2024.

Dari pantauan, KPPU juga menemukan kekurangan dua bahan pokok yakni gula pasir dan beras. Untuk gula premium, di Pasar Cihapit diketahui pedagang hanya mendapat jatah 1 karton berisi 24 kg per minggu. Sedangkan di Griya Pahlawan, konsumen hanya dapat membeli 3 buah per konsumen per 1 kg gula pasir yang dikonsumsi. Sementara stok beras premium yang dijual tidak banyak dan ada pembatasan pemasok.

“Dua hal ini saya soroti, tekankan agar tidak ada kendala pasokan sehingga menaikkan harga produk gula konsumen dan beras di pasaran untuk menaikkan harga di masa depan,” kata Fanshurullah.

Selain itu, berdasarkan sidak di Pasar Cihapit, Fanshurullah mengungkapkan komoditas beras premium mengalami kenaikan harga rata-rata sebesar 21,58 persen menjadi Rp 16.900 per kg, padahal HET beras premium sebesar Rp 13.900 per kg sebagaimana ditetapkan Pemerintah. Badan Pangan. (Bapanes). Sedangkan beras medium mengalami kenaikan HET sebesar 28,44 persen dari Rp10.900 per kg menjadi Rp14.000 per kg, ”ujarnya.

Tercatat, cabai merah keriting mengalami peningkatan yang sangat signifikan menjelang Ramadhan. Fanshurullah mengatakan HET cabai keriting sebesar Rp 55.000 per kg, namun di pasar ditemukan harga cabai keriting sebesar Rp 150.000 per kg, meningkat 172,73 persen, jauh lebih tinggi dari yang ditetapkan pemerintah.

Selain beras dan cabai, harga gula konsumen juga mengalami kenaikan selama HET. Sesuai dengan Peraturan Bapanas no. 17 Tahun 2023, HET gula konsumsi wilayah Jawa sebesar Rp 16.000 per kg. Namun di Kota Bandung, rata-rata harga gula konsumsi jauh di atas HET yakni Rp 18.000 per kg atau meningkat 11,11 persen.

Produk daging ayam juga mengalami kenaikan harga sebesar 8,84 persen dengan HET Rp 36.750 per kg, namun di pasaran ditemukan Rp 40.000 per kg. Harga telur ayam ras pada periode yang sama mengalami sedikit kenaikan, dari Rp 27.200 per kg menjadi Rp 28.500 per kg atau meningkat 5,26 persen.

Selain itu, komoditas cabai merah juga mengalami kenaikan rata-rata sebesar 33,06 persen dengan kisaran harga per kilonya Rp55.000 hingga Rp82.160.

Pilihan Redaksi: Suara Kotor Bongkar Dugaan Kecurangan Jokowi, Tiba-tiba Bagi-bagi Bansos, Kerahkan Polisi dan Tekan Kepala Desa

Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi mengatakan, para petani sangat senang karena harga gabah saat ini sedang tinggi. Baca selengkapnya

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan harga beras yang mengalami kenaikan tidak hanya di Indonesia, tapi juga di seluruh dunia. Menurutnya, kenaikan harga pangan disebabkan oleh kondisi geopolitik dunia, namun pemerintah Indonesia hadir membantu. Baca selengkapnya

Pengusaha ritel menolak permintaan Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi untuk mengurangi margin atau selisih keuntungan penjualan beras. Baca selengkapnya

Pejabat Bapanas meminta pengusaha ritel memperkecil margin atau selisih keuntungan agar harga beras tidak jauh dari HET. Baca selengkapnya

Erick Thohir memastikan stok CBP Bulog saat ini cukup untuk memenuhi kebutuhan Ramadhan dan Idul Fitri. Baca selengkapnya

IKAPPI menilai kenaikan dan kekurangan beras terjadi karena pemerintah tidak serius dalam meningkatkan produktivitas beras. Baca selengkapnya

Arief mengatakan, batasan pembelian beras premium maksimal 10 kilogram telah disesuaikan dengan kebutuhan konsumsi rumah tangga. Baca selengkapnya

Beras di pasar utama beras Cipinang sebagian besar dikemas dalam kemasan 50 kilo. Baca selengkapnya

Kepala Bapanas memastikan pemerintah tidak akan mengubah HET beras premium dalam waktu dekat. Baca selengkapnya

Kepala Bapanas membantah isu kelangkaan beras akibat menipisnya Cadangan Beras Negara (CBP). Beras juga disebut-sebut melimpah di pasaran. Baca selengkapnya