Awas! Pemilik Tesla Dilarang Nyetir Sambil Pakai Headset Vision Pro

Jakarta –

Sebuah video yang memperlihatkan pemilik Vision Pro menggunakan headset buatan Apple saat mengendarai Tesla menjadi viral di media sosial. Menteri Transportasi AS Pete Buttigieg langsung melarang pengguna Vision Pro lainnya melakukan hal serupa.

Dalam postingan Twitter/X miliknya, Buttigieg juga mengunggah video yang memperlihatkan seorang pria di belakang kemudi Tesla Cybertruck mengenakan headset Vision Pro. Tangan mereka tampak sedang mengetik dan tidak menggenggam kemudi.

Buttigieg mengatakan pengemudi mobil self-driving harus tetap memperhatikan jalan saat berkendara. Selain itu, sistem bantuan pengemudi Tesla – Autopilot, Enhanced Autopilot, dan Fully Autonomous Driving – bukanlah sistem yang benar-benar otonom.

Pengingat: Semua sistem bantuan pengemudi yang tersedia saat ini memerlukan pengemudi manusia untuk memegang kendali dan fokus penuh dalam mengemudi setiap saat, kata Buttigieg dalam cuitannya di X, seperti dilansir BBC, Rabu (7/2/2024). dimaksud.

Parahnya, sistem Autopilot pada Tesla Cybertruck Founder’s Edition generasi pertama tidak diaktifkan. Artinya, pengemudi truk siber tersebut mengemudikan mobilnya tanpa bantuan dan berpotensi membahayakan banyak orang.

Video lain yang diunggah setelah Vision Pro dirilis ke publik memperlihatkan seorang pria yang mengaku dicegat polisi dan ditahan karena menggunakan headset saat mengendarai mobil Tesla senilai Rp 55 juta.

Video tersebut diunggah ke X oleh Dante Lentini dan telah dilihat lebih dari 24 juta kali. Namun kepada Gizmodo, Lentini mengaku hanya menggunakan headset tersebut selama 30 hingga 40 detik saat berkendara.

Headset Vision Pro diluncurkan minggu lalu sebagai produk Apple yang benar-benar baru sejak Apple Watch. Headset ini memadukan konten digital dalam bentuk tiga dimensi dengan dunia sekitar pengguna.

Panduan pengguna yang dikeluarkan Apple memperingatkan pengguna untuk tidak menggunakan Vision Pro saat mengemudi atau dalam situasi lain yang memerlukan kewaspadaan ekstra. Tesla mengharuskan pengemudi untuk selalu menjaga kendali, meski mode otonom diaktifkan. Tonton video “Apple Vision Pro resmi dijual mulai Rp 55 jutaan” (vmp/fay)

3 Bahaya Membeli iPhone Refurbished yang Perlu Diperhatikan

JAKARTA – Risiko membeli iPhone rekondisi perlu Anda ketahui agar bisa mengantisipasinya. Namun sebelum itu, ada baiknya Anda mencari tahu terlebih dahulu apa itu iPhone refurbished.

IPhone refurbished adalah iPhone lama atau bekas yang telah mendapat pembaruan dari Apple sendiri. Proses perbaikan ini melibatkan penggantian suku cadang dan pengujian ulang iPhone Anda agar berfungsi seperti baru.

Secara default, iPhone rekondisi yang dikelola oleh Apple adalah produk asli. iPhone jenis ini juga disertifikasi oleh Apple dengan garansi satu tahun.

Salah satu hal paling populer tentang iPhone rekondisi adalah harganya lebih murah daripada membeli iPhone baru.

Jadi jika iPhone refurbished ini resmi dan didukung oleh Apple, mengapa Anda tetap harus berhati-hati saat membeli iPhone jenis ini?

Tentu masih ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan calon pembeli lebih memilih iPhone baru dibandingkan iPhone bekas.

3 risiko membeli iPhone 1 rekondisi. Kualitas Tidak Pasti Karena kualitas bervariasi antara iPhone bekas dan produk rekondisi, pembeli tidak dapat mengetahui apakah mereka dapat membeli iPhone berkualitas baik.

Meski Apple mengupgrade sistemnya dengan mengganti berbagai suku cadang dengan suku cadang asli, namun kualitas ponsel ini belum bisa dikembalikan ke kualitas baru. Makanya lebih murah.

2. Penurunan Kinerja Kemunduran kinerja pasti akan terjadi pada produk bekas atau lama. Hal-hal seperti baterai lebih cepat habis atau beberapa fitur lebih mudah rusak.

Hal ini biasanya disebabkan oleh penggunaan yang berlebihan oleh pengguna sebelumnya. Namun, persyaratan ini mungkin tidak pasti karena masih ada beberapa iPhone rekondisi yang memiliki kinerja baik.

3. Risiko ditipu: Risiko terbesar saat membeli iPhone rekondisi adalah rentan terhadap penipuan. Biasanya akan ada penjual yang tidak jujur ​​yang akan menukarkan iPhone bekas Anda dengan iPhone rekondisi agar terlihat menjanjikan.

Untuk mengatasi masalah ini, pembeli sebaiknya membeli iPhone rekondisi langsung dari dealer resmi untuk memastikan cakupan garansi dan tidak mudah mempercayai pedagang online yang menjual iPhone rekondisi.

Inilah tiga risiko membeli iPhone rekondisi yang perlu Anda waspadai sebelum menutup kesepakatan. Kami berharap informasi ini membantu calon pembeli.