Pelurus Rambut Tingkatkan Risiko Kanker Rahim, Kok Bisa?

Sugeng rawuh Mahavision di Portal Ini!

Mahavision – Penelitian besar menunjukkan bahwa produk pelurus rambut meningkatkan risiko terkena kanker serviks dan lebih berisiko terjadi pada perempuan kulit hitam. Pelurus Rambut Tingkatkan Risiko Kanker Rahim, Kok Bisa?

Perjuangan Sebastian Haller Lawan Kanker Testis hingga Juara Piala Afrika

National Institutes of Health mempelajari lebih dari 33.000 wanita berusia antara 35 dan 74 tahun untuk menganalisis risiko kanker payudara dan penyakit lainnya.

Penelitian tersebut mengikuti riwayat gaya hidup para wanita tersebut selama 11 tahun dan para peneliti menemukan tingginya tingkat penggunaan pelurus rambut di antara 378 penderita kanker serviks.

Risikonya meningkat menjadi 4 persen pada Selasa (18/10/2022), hampir dua kali lipat risiko pada wanita yang tidak menggunakan pelurus rambut, yaitu 1,64 persen, mengutip Insider. Gambar kanker (pixabay)

Kanker rahim adalah jenis kanker langka dan sulit diobati yang terjadi di dalam rahim. Faktanya, menurut analisis terbaru yang dilakukan oleh National Cancer Institute, kematian akibat kanker serviks meningkat di Amerika Serikat, terutama di kalangan perempuan kulit hitam.

Kanker rahim sendiri tumbuh pada lapisan atau dinding rahim yang ditandai dengan tumbuhnya tumor ganas. Secara umum, kanker rahim dibagi menjadi dua kategori: kanker endometrium dan sarkoma rahim.

Tidak peduli berapa banyak bahan kimia yang terkandung dalam pelurus rambut, pelurus rambut memiliki risiko. Namun pelurus rambut diyakini mengandung formaldehida, sejenis karsinogen penyebab kanker. Pelurus Rambut Tingkatkan Risiko Kanker Rahim, Kok Bisa?

Penelitian tersebut juga merupakan penelitian observasional, artinya peneliti masih mengatakan diperlukan lebih banyak penelitian untuk mengetahui apakah bahan kimia dalam produk pelurus rambut menyebabkan kanker secara langsung atau hanya temuan kebetulan.