Bakteri “Superbug” Melanda Dunia, Waspadai Gejalanya Agar Tak Jadi Pandemi

Wecome Mahavision di Website Kami!

Mahavision – Evolusi penyakit virus terjadi setiap tahun. Selama hampir satu abad, obat antimikroba yang dikenal sebagai antibiotik telah membantu mengendalikan dan menghancurkan banyak bakteri berbahaya yang dapat menjaga kesehatan siapa pun yang menderita penyakit terkait kekebalan. Bakteri “Superbug” Melanda Dunia, Waspadai Gejalanya Agar Tak Jadi Pandemi

Namun dalam beberapa dekade terakhir, antibiotik telah kehilangan efektivitasnya terhadap jenis bakteri tertentu. Faktanya, beberapa virus kini tidak dapat dikalahkan dengan obat-obatan yang ada saat ini. Sempat Stres Ngurus Anak, Nikita Willy Bagikan Cara Simpel Menghadapinya

Sayangnya, cara kita menggunakan antibiotik justru membantu menciptakan “kuman super” baru yang resistan terhadap obat.

Menurut www.cdc.gov, setiap tahun virus yang resistan terhadap obat ini menginfeksi lebih dari 2 juta orang di seluruh negeri dan membunuh sedikitnya 23.000 orang.

Jenis infeksi ini dapat berupa berbagai penyakit, seperti tuberkulosis, gonore, dan staph, yang resisten terhadap obat dan masih terus diteliti untuk menemukan obat yang efektif untuk mengatasi penyakit tersebut.

Dalam sejarah kedokteran, beberapa bakteri super paling berbahaya sering ditemukan di fasilitas kesehatan. Hal ini sering dijumpai pada pasien rumah sakit. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, virus ini mulai menyebar di masyarakat dan siapa pun bisa tertular.

Salah satu bakteri yang paling umum adalah Staphylococcus aureus (MRSA) yang resisten terhadap metisilin. Faktanya, virus ini tidak merespon apapun dari MRSA. MRSA dapat menyebabkan infeksi kulit dan infeksi darah. MRSA ini juga dapat menyebabkan pasien terkena pneumonia.

Orang yang terinfeksi virus superbug ini biasanya tidak menunjukkan gejala, namun pada beberapa kasus, orang yang terinfeksi virus superbug ini ditemukan mengalami gejala seperti demam, batuk, diare, dan tampak seperti orang yang terinfeksi. virus atau bakteri.

Kasus pertama penyebaran virus superbug ini ditemukan di India bagian barat. Di wilayah ini, telah terjadi infeksi besar yang menyerang pasien di wilayah Maharashtra. Dokter berjuang untuk mencegah wabah yang disebabkan oleh bakteri super.

Hingga saat ini penyebaran dan pencegahan virus superbug masih menjadi perhatian WHO karena tidak menutup kemungkinan dunia akan kembali dilanda “epidemi superbug” karena belum ada obat yang dapat menyembuhkannya secara total. Kita juga harus berhati-hati jika ada orang di sekitar kita yang tertular dan menunjukkan gejala seperti demam tinggi, batuk pilek, atau gejala mirip flu lainnya. Bakteri “Superbug” Melanda Dunia, Waspadai Gejalanya Agar Tak Jadi Pandemi

Cara terbaik untuk mencegah infeksi yang disebabkan oleh bakteri super adalah dengan mencuci tangan secara teratur dengan sabun dan air. Untuk mencegah penyebarannya, disarankan untuk tidak berbagi barang pribadi seperti handuk atau pisau cukur.

Hal lain yang bisa kita lakukan adalah dengan meminum antibiotik hanya dalam porsi, tidak berlebihan, dan tidak mengonsumsi antibiotik tanpa resep dokter. Hal ini terbukti dapat mencegah mutasi gen antibiotik di seluruh tubuh manusia.